Bedanya Anak Aktif dan Hiperaktif - PADA usia anak-anak terutama batita merupakan masa dimana rasa
keinginan tahuan mereka itu cukup tinggi. Mereka juga cenderung mencoba
sesuatu yang menarik perhatiannya untuk melampiaskan rasa penasaran
mereka. Peran kita sebagai orangtua, dalam menghadapi masa seperti itu,
janganlah melarang keinginan mereka tersebut. Tapi, bukan pula
membiarkan mereka tanpa batasan.
Sekilas terlihat aktivitas anak yang aktif dan hiperaktif memang sama
namun kalau kita mau lihat lebih dalam, perbedaannya jelas sekali.
Menurut Niki N. Fitri K.W (psikolog), berikut ciri-ciri yang
membedakannya:
Ciri-ciri anak aktif yaitu:
• Anak aktif mampu memfokuskan perhatian dengan baik. Ketika bermain
puzzle mewarnai atau menyusun balok, anak aktif cenderung akan
menyelesaikan permainan dengan perhatian penuh.
• Anak aktif masih bisa diberitahu dan mau mematuhi dengan baik. Asalkan orangtua memberikan alasan dan dengan cara yang tidak memojokkan atau berkesan memarahinya.
• Anak aktif biasanya lebih kreatif bisa menciptakan permainan baru yang kadang tak pernah kita duga. Contohnya ia bisa membuat bayangan tangan menyerupai burung atau bebek di dinding.
• Anak aktif memiliki kesabaran lebih baik saat diminta untuk menyelesaikan puzzle atau menunggu.
• Anak aktif akan beristirahat dan menghentikan aktivitasnya bila lelah.
• Biasanya anak aktif cenderung cerdas dan lebih mandiri
• Anak aktif masih bisa diberitahu dan mau mematuhi dengan baik. Asalkan orangtua memberikan alasan dan dengan cara yang tidak memojokkan atau berkesan memarahinya.
• Anak aktif biasanya lebih kreatif bisa menciptakan permainan baru yang kadang tak pernah kita duga. Contohnya ia bisa membuat bayangan tangan menyerupai burung atau bebek di dinding.
• Anak aktif memiliki kesabaran lebih baik saat diminta untuk menyelesaikan puzzle atau menunggu.
• Anak aktif akan beristirahat dan menghentikan aktivitasnya bila lelah.
• Biasanya anak aktif cenderung cerdas dan lebih mandiri
Dan ciri-ciri anak hiperaktif yaitu:
• Anak hiperaktif biasanya tidak bisa bertahan untuk sebuah permainan lebih dari 5 menit.
• Anak hiperaktif sulit untuk diberitahu dan akan terus melakukan aktivitas sesuka hatinya. Biasanya ia akan berontak dan melawan.
• Anak hiperaktif cenderung merusak. Dalam permainan, ia akan lebih suka membongkar mainan dan memainkannya dengan caranya sendiri.
• Anak tidak pernah lelah dan semua aktivitasnya lebih bayak tanpa tujuan jelas.
• Anak hiperaktif tidak mau menunggu dan sering merebut benda yang dipegang temannya. Ia juga cenderung agresif terhadap teman bermainnya. Contoh anak hiperaktif tiba-tiba memukul tanpa sebab dan ia cuek setelahnya.
• Anak hiperaktif kurang kreatif karena kecerdasannya cenderung dibawah anak-anak normal.
• Anak hiperaktif sulit untuk diberitahu dan akan terus melakukan aktivitas sesuka hatinya. Biasanya ia akan berontak dan melawan.
• Anak hiperaktif cenderung merusak. Dalam permainan, ia akan lebih suka membongkar mainan dan memainkannya dengan caranya sendiri.
• Anak tidak pernah lelah dan semua aktivitasnya lebih bayak tanpa tujuan jelas.
• Anak hiperaktif tidak mau menunggu dan sering merebut benda yang dipegang temannya. Ia juga cenderung agresif terhadap teman bermainnya. Contoh anak hiperaktif tiba-tiba memukul tanpa sebab dan ia cuek setelahnya.
• Anak hiperaktif kurang kreatif karena kecerdasannya cenderung dibawah anak-anak normal.
Terlihat jelaskan perbedaannya. Makanya jangan terburu-buru
mengatakan apalagi melabelkan anak Anda sebagai anak yang hiperaktif.
Sumber : http://www.islampos.com
